12 Februari 2008...9:47 am

Minimnya kepedulian

Lompat ke Komentar

Hari Sabtu langit digelayuti mendung. Pekan ini memang sedang perayaan Cap Go Meh, menurut yang sudah-sudah cuaca pasti mendung bahkan bisa jadi hujan.

Ummu Aidil hari ini harus ngajar di SMA 2 so Aidil kini bagianku untuk bermain dan belajar. Belajar sambil jalan-jalan mungkin metode yang paling sering aku gunakan. Dan planningku jalan-jalan ke Monas.

Menggunakan KRL Ekspress merupakan cara paling murah dan menyenangkan bagi anakku yang satu ini. Mungkin dia termasuk yang ‘gila’ dengan kereta api. Perjalanan 1 jam nyaris tak terasa dan sampailah di monas. Jalan-jalan yang menyenangkan.

Kembali ke Bogor masih naik KRL express. Penumpang tak terlalu penuh, di sampingku duduk ceweq manis dengan pakaian modis tapi tak hentinya bibir berlafal danjari-jari menghitung tasbih, GGGHoooossh. Indah nian! Perjalanan berlanjut hingga lepas stasiun Bojong tiba-tiba pletak gemuruh. seisi gerbong 7 seri 6167 menjerit. Ternyata ada batu sebesar genggaman masuk setelah memecahkan kaca pintu. Beruntung tak ada yang terluka diantara seisi gerbong. Sungguh biadab pelempar batu itu. Apa yang ada dalam pikirannya sehingga merasa puas dengan merusak fasilitas umum seperti KRL. Apa salah KRL sehingga harus dilempar batu. Pernahkah terbayang jika dalam KRL itu ada penumpang yang terluka karenanya. Bagaimana jika penumpang terluka itu saudaranya sendiri.

Tulisan terkait http://melati-putihku.blogspot.com/2008/01/satu-kepedulian-saja.html

Tinggalkan Balasan