Awalnya ga terlalu diperhatikan tetapi karena sambil menunggu antrian BBM akhirnya selembar kertas yang tertempel di tiang penyangga atap pompa BBM terbaca juga. Ternyata sejak pertengahan April Pertamina melarang setiap SPBU untuk melayani pembelian BBM menggunakan wadah seperti jerigen, botol dan wadah lainnya. Penjualan seperti ini dikhawatirkan akan ada fihak yang menambil keuntungan atas disparitas harga antara BBM subsidi dengan BBM non subsidi. Namun sayang dalam edaran itu tidak ada sanksi bagi yang melanggarnya.
Koran pagi sudah tersedia di meja bersama beberapa potong kue dan teh manis buatan istri tercinta. Di salah satu artikelnya, BPS mengindikasikan bahwa kondisi BBM yang sudah pada taraf seharusnya dinaikkan atau adanya kebijakan lain dari pemerintah terhadap BBM. Adanya penjualan BBM subsidi yang melebihi kondisi tahun yang lalu dan penurunan penjualan BBM non subsidi.
Hari itu minggu seperti biasa aku jalan-jalan dengan anak tapi sebelum jalan-jalan aku pengen ngisi tangki motorku karena jarum merah sudah jauh di bawah yang seharusnya, tapi berhubung SPBU jauh aku mencoba untuk cari dulu bensin eceran diseputar kampus IPB Darmaga dengan asumsi disini banyak pengguna motor otomatias akan banyak pengecer bensin. Tapi apa lacur sudah empat tempat pengecer bensin yang aku datangi ga ada satupun yang menjual bensin. Ternyata surat edaran Pertamina diatas manjur sekali untuk menghentikan penjualan eceran.
Akhirnya aku larikan juga motor ke SPBU terdekat 34-16605. Antrian cukup banyak khususnya pompa khusus yang melayani motor. Di pompa bagian mobil antrian juga banyak tak sebanyak motor. Ada pemandangan unik. Sebuah mobil BMW 323i buatan tahun 2004 nopol B 656 RX membeli premium. Nah, ini dia salah satu penyebab yang sebenarnya bikin kacau peredaran BBM subsidi. Orang yang seharusnya mampu membeli BBM non subsidi namun membeli BBM subsidi. Seharusnya dia malu dengan mobil yang mewah kinclong tapi memakai BBM jatah rakyat kecil.
Sayang, mungkin urat malunya udah putus atau mungkin dulu hanya mampu beli mobil tapi tidak kuat untuk membeli pertamax
3 Tanggapan
5 Mei 2008 pukul 10:02 am
hehehe…
jangan-jangan itu yg beli sopir pribadinya Pak,
biar ada lebihnya..
ternyata korupsi emang oleh siapapun..
tp kalau itu yg punyanya, hmmmm bener-bener urat malunya putus..
6 Mei 2008 pukul 12:46 pm
sedih…bbm mau naek lagi…hhhhh
9 Mei 2008 pukul 10:14 am
naek lagi..naek lagi..gaji ga naek-naek..wis payah!!
Tinggalkan Balasan