9 Juni 2009...10:25 am

masa depan partai kita semua

Lompat ke Komentar

Semoga bukan judul yang sensasional. Tulisan ini hanya sebuah cara pandang seorang manusia yang mencoba untuk tetap tsiqoh dan bukan ungkapan kekesalan, kekecewaan apalagi kampanye gelap.

Pasca Pemilihan anggota legislatif, semua partai bingung dengan hasil yang diperolah tak terkecuali partai kita semua. Hasil yang diperoleh jauh dari harapan yang selama ini dihembuskan kepada kader juga sumbar kepada media. Target yang seharusnya dicapai untuk tahun 2014 dipercepat dan dibuat express untuk 2009 ini dengan asumsi bahwa hampir semua lini di pemerintahan sudah dipegang (contoh konkret di sebuah departemen top up to root is they are).

Kebingungan ditambah ‘jurus mabuk’ masih saja dipakai walaupun secara defacto sudah merapat pada salah satu calon presiden. Amarah untuk berceraipun sempat terlontar walau akhirnya reda entah oleh apa? power share, wallohu ‘alam.

SBY adalah calon incumbent. Apa efeknya? tentu semua kebijakan dan apa yang pernah dilakukan, dikerjakan menjadi sasaran tembak dari lawan politik, dalam hal apapun. Ekonomi Neolib, jilbab istri, Boediono kejawen, istri katolik, dan masih banyak lagi. Sayangnya sebagai incumbent koalisi ini kurang bermain cantik sehingga jurus mabuk lagi yang dimainkan. Akibatnya tidak sedikit kader yang kebingungan.

Dalam sejarahnya dari kelahirannya 1998, pemilu 1999 hingga sekarang belum pernah terjadi perpecahan nyata atas suara kader partai kita semua. Disetiap keputusan yang diambil oleh Majlis Suro, Dewan Syariah Pusat maupun DPP dilaksanakan dengan tsiqoh yang bulat dan kompak entah itu dalam ranah politik, keagamaan atau kemaslahatan umat. Entah apa yang sedang terjadi, saat ini dalam menentukan pilihan capres kader terbelah menjadi dua dan tsiqoh adalah urusan nomer 10 dengan alasan kefahaman adalah yang pertama.

Jika DPP, MS dan DSP mencoba untuk menutupi atas apa yang terjadi di grass root ini, entah bagaimana masa depan partai kita semua.

Tinggalkan Balasan