Membunuh 100.000 Yahudi

Membunuh 100.000 Yahudi Dalam sebuah perjamuaan makan siang sehabis sholat jumat seorang berseloroh, “gue capek banget nich. Ngantuk semalam lembur membunuh 100.000 yahudi”. Bingung dengan pernyataan itu, saya tanya apa artinya hal itu. Dia menjelaskan bahwa ada hadist yang menerangkan bahwa sanggama dengan pasangan (istri/suami) di malam jumat maka pahalanya setara dengan membunuh yahudi sebanyak 100.000 dan jika melakukannya malam senin maka pahalanya setara membunuh 10.000 yahudi. Sampai detik ini hal itu belum aku konfirmasi ulang pada MR. Tapi kalau dipikir koq dimirip-miripkan dengan pahala ibadah sholat di masjidil haram dan masjid nabawi. entahlah. Merujuk dari pernyataan itu teman berkata bahwa dia melaksanakan tugas suami hanya di malam-malam itu saja. sungguh kasihan ya… diusia muda yang gituan koq seminggu cuma dua kali :) padahal kalau aku kapanpun asal keduanya oke jalanlah. bisa-bisa seminggu 7 kali tidak masalah. semalam 2-3 kali juga oke. Terlepas kebenaran hadist itu, menilik kasus Jalur Gaza saat ini, mungkin jika 200juta penduduk muslim Indonesia serentak sanggama di malam jumat, mungkin saja perang Hamas-Israel saat ini bisa selesai dalam waktu cepat. HAHAHA

kebohongan foto awan di rumah Amrozi

Amrozi sudah lama dieksekusi tapi wacana yang mendiskusikan dia sebagai syuhada tidak juga surut. Bahkan beberapa diantaranya mengeluarkan jurus bukti dengan pusaka sakti “KATANYA…” Entah itu yang dikatakan berbau wangi, senyum, burung karomah, juga foto awan yang menyerupai lafal Alloh. 

Bukan hanya blog tapi juga situs yang memberitakan hal demikian dengan membawa nama muslim, tak usah disebutkan namanya namun seolah membawa nama muslim. Namun ternyata salah satu foto yang diklaim sebagai foto awan berlafal Alloh itu BOHONG BELAKA. Situs lain sudah lama mencantumkan foto itu.

Di sebuah web primbon.com dalam menu foto hantu ada link menuju foto yang diklaim sebagai foto awan di atas SMPN 14 Balikpapan

 

dan ini hasil capture di situ itu

awan2

Namun dengan tanpa malu, ada seseorang yang mengaku itu hasil fotonya dan sekarang bertengger di Muslimdaily.net dalam galeri syuhada dengan watermark muslimdaily.net

dan ini hasil capture di situs muslimdaily

awan11

Cuma ada dua kata : BOHONG DAN MEMALUKAN

Sial

Terdengar burng gagak di pagi hari. Orang dahulu mempercayai akan adanya berita duka atau sial. Sebagai muslim tak boleh mempercayai pertanda yang dibawa oleh burung atau yang lain.

Tapi ada pertanda alam yang dibawa oleh hewan seperti akan adanya gempa atau banjir bandang, apa kita tidak boleh mempercayainya?

Berangkat kuliah sambil mengantar anak sekolah. Di sebuah pertigaan jalanku masih lampu hijau tapi ternyata dari arah kanan jalan ada mobil kencang nyaris menabrakku padahal sisi jalan dia lampu masih merah. Nyaris saja kecelakaan.

Dalam KRL yang baru sampai antara Cilebut - Bojong tiba tiba jendela di depanku dilempar orang dari luar. PLETAAAAK…. Untung saja jendela itu dari fiber sehingga tidak pecah. Andai saja jendela kaca mungkin mukaku sudah ketimpuk batu.

Pulang kuliah sudah malam. Jalan sepanjang RS Karya Bakti nyaris gelap. Ada orang gila nyetir mobil ugal-ugalan.

Tugas mata kuliah MPPTI ribet banget. Tadi siang dapet contohnya di internet, eh ternyata temen udah ada yang ‘copy paste’. Binun akhirnya call ke temen kelompok. Ada berita dadakan. Ada kuiz online yang akan tutup jam 10 malam ini. Padahal jam di laptopku udah jam 9.55 wah tinggal 5 menit lagi. Buru-buru ke warnet untuk online ga taunya sampai warnet pas jam 10 malam. Apes tenan…….

yang tersisa dari ramadhan

Ada dua kisah yang tersisa dari ramadhan 1428H ini. Kisah yang semoga menjadikan bahan bagi jiwa yang selalu lapar akan gizi surgawi.

1. Rezeki takkan lari kemana

Kisah seorang penjual roti tawar dan roti manis dengan gerobak dorong. Memasuki bulan puasa terlintas dalam benaknya akan income yang karena berkurangnya pembeli roti karena pelanggan yang puasa. Awal bulan dicobanya untuk mendorong gerobak di pagi hari seperti biasa dan memang ternyata apa yang diduganya menjadi kenyataan. Dari sekian banyak roti yang ada hanya 2 buah yang dibeli orang. Awalnya ia putus asa dan akan mencoba usaha lain. Namun istri tercinta merayunya agar mencoba berjualan lain waktu yaitu sambil jualan roti sambil membangunkan orang agar sahur. Semoga dengan membangunkan sahur ada berkahnya, begitu bujuk sang istri. Pagi hari jam 2 penjual rotipun berjualan keliling. Alhamdulillah yang membeli lumayan banyak tidak seperti pagi hari yang lalu. Bahkan keesok harinya yang membeli semakin banyak layaknya hari biasa dan ada yang sambil berucap terima kasih telah membangunkan sahurnya. Ucapan terima kasih yang tulus serasa siraman air sejuk di tengah gurun panas.

2.  Amal takkan lari kemana

Alkisah ini merupakan pengalaman pribadi sendiri. Selama ramadhan aku biasa pulang setalah buka puasa dan sholat maghrib di kampus. Namun petang itu istriku sedang tidak enak badan sehingga memintaku untuk pulang cepat. Akupun mencoba menggunakan kereta ekspress. Sebelumnya aku membeli sebotol air siapa tahu nanti kebagian maghrib di jalan. Benar adanya, selepas stasiun Depok bedug maghrib berbunyi. Kubuka tutup botol air itu dan meminumnya untuk sekedar membasahi tenggorokan. Disampingku ada dua orang tentara pangkat strip merah dua. Ada seorang muda memberi dua gelas air mineral dan permen kepada tentara itu. Akhirnya tentara itu mengucapkan terima kasih atas minum dan permen untuk berbukanya. Ucapan terima kasih yang terdengar sangat tulus dan menyejukkan hati terlepas bahwa hal itu mengandung pahala yang tak terkira. Keesok harinya aku berniat untuk membeli minum dan makan lebih siapa tahu ada orang yang membutuhkan untuk berbuka puasa. tapi ternyata hingga maghrib berbunyi tidak ada orang yang membutuhkan buka puasa tapi tidak membawa makanan dan minuman. Semua orang membuka tas dan menikmati buka puasanya sendiri-sendiri. Itulah Amal ga akan lari dan tak akan bisa dikejar.

ga punya pendirian atau emang angin-anginan

Sebenarnya ga punya pendirian atau angin-anginan sich. Masih ingat bagaimana dulu begitu ‘ngotot’nya untuk menetapkan idul fitri sesuai dengan ketetapan pemerintah (li ilil amri minkum) hingga ada DPD yang diberi surat peringatan keras tapi sekarang terserah bagaimana umat aja

 http://www.pk-sejahtera.org/2006/index.php?op=isi&id=3730

Salahkah saya….

Pagi ini sebelum ke kampus aku mampir dulu ke apotik, ada obat yang pengen aku beli. di tempat parkiran biasa aku titip motor aku liat ada sebuah motor Revo dengan kunci masih tergantung di lubang kunci bagasi belakang.

Wah, ini kesempatan bagi yang punya niat maling untuk mencuri. Daripada ada apa-apa aku bilangin ke tukang parkir mengani kunci itu. Akhirnya diambil dan disimpannya kunci itu.

Salahkah aku, aku hanya berbaik sangka dengan tukang parkir agar tidak memberi kesempatan maling untuk mencuri. Andai aku berburuk sangka aku menuduh tukang parkir itu punya niatan jahat maling.

Ach… biarin dech itu urusan dia sama Alloh

Sepenggal godaan itu….

Puasa Ramadhan 1428H sudah memasuki 10hari kedua. Ngomongin godaan ternyata dari dulu hingga kini rasanya sama saja. Godaan (saya lebih suka menggunakan kata ini daripada toleransi, padahal sebenarnya toleransi) hampir tidak ada ketika puasa baru berjalan sehari sampai 3-4 hari. Di jalan yang namanya warung makan, asongan air kemasan dan berbagai makanan kecil seperti kacang bawang, buah iris menghilang entah kemana. Tapi selepas itu mereka muncul kembali. Tidak dipungkiri mungkin itu memang mata pencaharian mereka, but…. konsumen mereka ga ada putusnya. ada saja.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.