gadget yang diinginkan ditahun 2011

Terinspirasi tulisan Budi Rahardjo dalam blog-nya, pengen juga nulis tentang keingian itu.

Kalau saya pengen…..

  1. Laptop dengan RAM minimal 2 Gig dan hardisk minimal 250 GB komplit dengan ransel dan softcasenya.
  2. Digital SLR minimal Canon D60. Buatmemenuhi kebutuhan hunting :)
  3. Harddisk external paling tidak 200GB. (yang ini optional)
  4. Handphone dengan spesifikasi minimal 3G, Wifi LAN, camera,  ber-OS, Java, tahan minimal 2 hari operated.
  5. MP3 Player (kudu terpisah ama handphone di atas biar ga ngganggu soal batere.

Ada yang mau mbeliin???

Scam model baru

Selama ini Scam yang ada diantaranya menawarkan dana yang lumayan besar dan ingin ditanamkan di negara kita. Ujung-ujungnya mereka minta agar kita mentransfer terlebih dahulu sejumlah dana untuk memancing dana yang lebih besar bisa keluar.
Beberapa waktu yang lalu saya menerima scam model baru yang seolah-oleh pengirim kenal dekat dengan kita

artinya

from 771 to 177

Yang ini bukan angka togel tapi soal peringkat webometrics. Beberapa waktu yang lalu disadari atau tidak ternyata institusiku punya peringkat 771 atau peringkat ke-3 se Indonesia. Karena berkeinginan untuk menjadikan sebagai world class research institution, big boss pengen agar angka 771 bisa berubah menjadi 177.

Kini angka itu mulai menanjak menjadi 659 dan ada target dalam waktu 3 bulan raihan 177 bisa dicapai.

Kesibukan melanda pengurus web. Tak kurang Romi Satria Wahono diundang untuk memberikan pencerahan, tips dan trik menaikkan webometrics. Sebuah pekerjaan besar sudah selayaknya didukung oleh semua unsur yang ada di dalam.

inilah insitusi kami litbang

haree gene masih nipu

Lagi makan siang tiba2 hape berbunyi lokomotif (maklum aja railfans). ada SMS rupanya.

SMSCaster.com:

PRO”TSEL 777

Kejutan Promo hadiah Rp.15jt resmi u/ anda

PIN-BK992547 u/ info hub kntr pst TELKOMSEL 021-50286086

masa depan partai kita semua

Semoga bukan judul yang sensasional. Tulisan ini hanya sebuah cara pandang seorang manusia yang mencoba untuk tetap tsiqoh dan bukan ungkapan kekesalan, kekecewaan apalagi kampanye gelap.

Pasca Pemilihan anggota legislatif, semua partai bingung dengan hasil yang diperolah tak terkecuali partai kita semua. Hasil yang diperoleh jauh dari harapan yang selama ini dihembuskan kepada kader juga sumbar kepada media. Target yang seharusnya dicapai untuk tahun 2014 dipercepat dan dibuat express untuk 2009 ini dengan asumsi bahwa hampir semua lini di pemerintahan sudah dipegang (contoh konkret di sebuah departemen top up to root is they are).

Kebingungan ditambah ‘jurus mabuk’ masih saja dipakai walaupun secara defacto sudah merapat pada salah satu calon presiden. Amarah untuk berceraipun sempat terlontar walau akhirnya reda entah oleh apa? power share, wallohu ‘alam.

SBY adalah calon incumbent. Apa efeknya? tentu semua kebijakan dan apa yang pernah dilakukan, dikerjakan menjadi sasaran tembak dari lawan politik, dalam hal apapun. Ekonomi Neolib, jilbab istri, Boediono kejawen, istri katolik, dan masih banyak lagi. Sayangnya sebagai incumbent koalisi ini kurang bermain cantik sehingga jurus mabuk lagi yang dimainkan. Akibatnya tidak sedikit kader yang kebingungan.

Dalam sejarahnya dari kelahirannya 1998, pemilu 1999 hingga sekarang belum pernah terjadi perpecahan nyata atas suara kader partai kita semua. Disetiap keputusan yang diambil oleh Majlis Suro, Dewan Syariah Pusat maupun DPP dilaksanakan dengan tsiqoh yang bulat dan kompak entah itu dalam ranah politik, keagamaan atau kemaslahatan umat. Entah apa yang sedang terjadi, saat ini dalam menentukan pilihan capres kader terbelah menjadi dua dan tsiqoh adalah urusan nomer 10 dengan alasan kefahaman adalah yang pertama.

Jika DPP, MS dan DSP mencoba untuk menutupi atas apa yang terjadi di grass root ini, entah bagaimana masa depan partai kita semua.

jelang Pilpres

Pesta pencontrengan udah usai dan telah diumumkan siapa saja yang dipersilakan duduk di kursi empuk gedung rakyat DPR. Ada 57 artis melenggang ke sana untuk mewakili (siapa ya? sesama artis koq terlalu besar porsinya.rakyat kecil? apa iya mereka tau penderitaan wong cilik?)

Setelah saling lirik, menghitung kemampuan, saling tawar menawar, berkhayal dan berandai-andai, partai akhirnya menentukan siapa kawan mereka untuk maju dalam pilpres 8 Juli mendatang. Tak kurang tarik ulur antar partai mewarnai perkongsian ini. Mesti ketar-ketir JK memulai lebih cepat bergandeng dengan Wiranto. Sementara Prab yang tadinya keukeuh pengen jadi RI-1 melunak setelah ditawari memegang urusan ekonomi dalam kabinet bayangan Mega. Paling seru tak lain tak bukan adalah PKS. Siapa lagi kalau bukan trio heboh yang sering kali bersuara BUKAN mewakili partainya hanya suara pribadi semata. Tanpa malu dengan sifat dan sikap partai yang selama ini santun dan adem ayem, marah besar di depan media seolah ayamnya terlindas truk di jalan. Terlalu sering ketiga ini melenceng dari sikap yang ditunjukkan partai selama ini. Ada apa sebenarnya? benarkah mencoba untuk berpola progresif revolusioner? Semoga sepak terjangnya bisa terontrol dan tidak merusak imaji partai ke depan. Kemarahan itu akhirnya diredakan dengan pertemuan petinggi dengan SBY langsung sesaat sebelum deklarasi capres.

hari-hari setelah deklarasi koalisi itu internal kader partai masih saja sibuk membahas pantas tidaknya pasangan SBY menduduki kursi calon RI-2. Benarkah kemarahan Setjen terepresentasi di grassroot? Dulu tahun 2004 dan sebelumnya partai ini terkenal banget tsiqoh-nya dengan keputusan yang telah diambil oleh petinggi DPP, MS, DSP namun sekarang ada kesan mulai membangkang. Bagaimana tidak, MS mengumumkan bahwa di kalangan kader lebih banyak akan memilih JK-WIN ketimbang keputusan yang telah diambil DPP dan MS soal koalisi. Salah satu alasan mendasar adalah istri-istri capres dan cawapres ini. Istri SBY dan Boed TIDAK BERJILBAB sementara istri JK dan WIN sudah mengenakan jilbab. It’s oke memang partai ini telah menproklamairkan diri sebagai partai dakwah sehingga diharapkan jilbab mampu ‘mendakwahi’ yang lain, namun akan kontradiktif kalau ini dipandang dari basis-basis partai yang berasal dari kalangan terdidik. Begitu sempitkah apa yang mendasari pilihan hanya karena jilbab sementara visi ke depan dari pasangan capres menjadi alasan nomor sandal? Kemana jargon politik sewaktu kampanye legislatif bahwa partai ini ada untuk semua (mencoba mengejawantahkan nilai islam yang Rahmatan lil ‘Alamien), partai yang mulai terbuka untuk siapa saja yang memilih (ingat spanduk kampanye “Biru, Merah, Kuning, Hijau milih PKS? mengapa tidak untuk Indonesia lebih maju“). Akankah jilbab dua ratus empatpuluh juta muslim digadaikan dengan jilbab dua orang ini. Wallohu ‘alam. Kita tunggu hari-hari ke depan yang makin memuakkan ini.

titik nadir

Terhadap politik pandanganku telah mencapai titik nadir. Keikutsertaan pada milis parpol bukannya membuat pencerahan namun semakin mempurukkan pandangan itu. pengen muntah rasanya dengan kelakuan politisi yang semakin jauh dari santun.

[halah ... udah muntah. Maaf atas keluh kesah yang gak mutu  ini.]

sekolah gratis benarkah?

Belakangan Depdiknas sering sekali menampilkan iklan layanan masyarakat tentang sekolah gratis dengan bintang Cut Mini pemeran Ibu Muslimah  di Laskar Pelangi.

Benarkah pemerintah mendorong adanya sekolah gratis? Amanat UUD 45 pasal 31 telah dikangkangi oleh UU 20 thn 2003 dimana diperkenankan mengembangkan sekolah bertaraf internasional (SBI). Niat awal dari SBI adalah agar kita punya SDM bertaraf internasional (?) yang mampu bersaing dengan SDM dari luar. Tapi benarkah? Siapa pemenang olympiade fisika, matematika, biologi atawa yang lain. Apakah mereka berasal dari SBI semua. NO!

Diakhirnya sekolah berlomba-lomba untuk bisa mengembangkan dirinya bertaraf internasional dengan membuka kelas khusus. Namun apa lacur, bukan anak pandai yang bisa masuk ke kelas itu tapi anaknya orang berduit. Dengan SPP 2x lipat gaji OB di kantor siapa yang sanggup untuk memasukkan anaknya di sekolah demikian?

Hancur pertama ketika saatnya ujian tiba, standar kelulusan dari anak yang sekolah di SBI tidak beda alias SAMA dengan anak yang bersekolah beratap genteng bocor, lantai plester berlubang dan dinding reyot hampir rubuh. imana letak keadilannya? Untuk meraih nilai 7.00 bagi anak SBI bukan hal susah mencari referensi diktat, buku, atau lainnya baik di perpustakaannya atau juga ke dunia maya, internet. Namun bagi anak di Cibarusah sana, atau malah di puncak Jaya atau Merauke untuk mendapat uang saku jajan di sekolah saja belum tentu dapat.

Kehancuran kedua, sekarang ini sekolah bukan hanya berlomba membuka kelas SBI tapi memetamorfosiskan sekolahnya sehingga seluruh kelas menjadi SBI. Contoh yang sudah berhembus gossipnya adalah SMA1 Bogor dan SMA1 Purworejo.  Kalau sudah demikian mau kemana lagi anak pandai nan jenius tapi miskin harus sekolah. Sekali lagi, orang miskin menjadi terpinggirkan.

menanti rezki

dscf5084

sejuk

Kurindukan kesejukan air pegunungan

img_0164

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.