menjual dengan hati

Ada 3 kisah tersebut pertama ketika teman berboncengan dengan anak dan istrinya naik motor, tidak disadari ternyata bensinnya habis di tengah jalan. Motor ditinggal dan ditunggu istri sementara dia naik angkot bersama anak (anak tidak mau ditinggal) mencari SPBU terdekat sambil membawa botol air mineral 1,5liter. Apa lacur, di SPBU dia ditolak karena aturan dari atasan melarang menjual kepada pembeli yang menggunakan wadah (botol,jerigen dsb).
Kisah kedua masih di SPBU dengan beda pelaku/tokoh. Kapasitas tanki motor yang cuma 3-4 liter sementara uang di tangan 50.000an. Wal hasil kembalian yang diiperoleh lembaran ribuan semua. Karena antrian lumayan panjang uag tidak dihitung terlebih dahulu langsung tancap gas, ngggeeeeenggg.
Kisah ketiga disebut disebuah kios fotokopian. Ketika masuk, ternyata pelayan sedang memfotokopi buku lumayan tebal, kaalau diukur mungkin ada 3 jari yang dirapatkan. Padahal maksud hati hanya memfotokopi 2 lembar saja dan minta diselingkan. Namun apa lacur, pelayan menolak,
=============================
Dalam kehidupan kita setiap tindakan yang dilakukan entah disadari atau tidak sering hati ikut berperan tak sedikit hati ditinggal dirumah dan dimata hanya ada pengerukan keuntungan sebanyak-banyaknya. Seandainya saja hati dilibatkan dalam setiap perkara dan tindak tanduk kita, betapa manis hidup ini, betapa santun dan ramah budi perkerti ini, betapa banyak yang sayang dan salute pada diri ini. Contoh cerita pertama jelas petugas SPBU tidak menggunakan hatinya untuk melayani pengguna. disaat jaman sedang sakit memang banyak yang akan mencoba mencari untung dan ada cara-cara membatasi spekulan dan oportunis seperti melarang membeli menggunakan jerigen daan botol dan sebagainya. Namun apa semua orang yang akan membeli dengan botol akan berlaku sebagai spekulan. Ada insiden yang mengharuskan dia membeli dengan botol seperti cerita itu karena kehabisan dijalan.
Cerita keduapun nampak sekali tidak menggunakan hati. Tidak perlu menyebut sebagai dosa karena dia telah menipu, dalam etika berbisnis saja dia sudah berlaku curang dan itu akan mengurangi reputasi dia. Dalam pikiran si pembeli pasti besok-besok lagi tidak akan beli disitu.
Tukang fotokopipun sebenarnya bisa menyisihkan waktu. Tidak ada salahnya melayani 2 lembar dengan menunda job yang seabreg kecuali memang dia memfotokopi secara digital.

bingung judule apa iki lagu

Malam ini disini
kita duduk berdua saling diam dan tak banyak bicara
ada rasa curiga lewat tatap matamu
seakan benci kau pendam disana..
aku tiada menyangka ini yang engkau pinta secepat ini ingin berpisah

bukanlah perpisahan yang akan ku tangisi
namun pertemuan yang ku sesali

natalia kau jelas berubah
natalia kau membagi cinta
aku insan biasa yang tak dapat memilih
jangankan dalam kehidupan
didalam bercinta pun aku kalah..
du .. du du du… du du….oooo..woo.woooo…

Kekasih Gelapku

Kumencintaimu lebih dari apapun
Meskipun tiada satu orang pun yang tau
Kumencintaimu sedalam-dalam hatiku
Meskipun engkau hanya kekasih gelapku

Ku tahu ku takkan selalu ada untukmu
Disaat engkau merindukan diriku
Kutahu ku takkan bisa memberikanmu
Waktu yang panjang dalam hidupku

Yakinlah bahwa engkau adalah cintaku
Yang kucari s’lama ini dalam hidupku
Dan hanya padamu kuberikan sisa cintaku
Yang panjang dalam hidupku

Haa…hidupku…haa…

Kumencintaimu lebih dari apapun
Meskipun tiada satu orang pun yang tau
Kumencintaimu sedalam-dalam hatiku
Meskipun engkau hanya kekasih gelapku

Hoo..oooo..Wooooww…

Kumencintaimu sedalam-dalam hatiku
Meskipun engkau hanya kekasih gelapku
Mencintaimu lebih dari apapun
Meskipun tiada satu orang pun yang tau

Kumencintaimu sedalam-dalam hatiku
Meskipun engkau hanya kekasih gelapku
Kekasih gelapku…
Huuu…huu…

Cipt : UNGU

PS : Untuk teman lamaku….

mencoba mencari hubungan

Coba dech perhatikan,

Eksekusi Amrozi cs lama banget ditunda dan sekarang mungkin sedang dipersiapkan. Pangeran Charles juga akan datang kesini.

Dulu. vonis bom Bali II nggak kelar-kelar, eh datang Mr Bush akhirnya rampung juga.

so, kira-kira ada ga ya hubungan antara kedatangan tamu negara itu dengan kebijakan yang akan dilaksanakan. Kedatangan Charles dengan eksekusi Amrozi, kedatangan Bush dan Condoleza Rice dengan bom Bali II.

Laskar Pelangi

Walau punya hobby baca buku namun terus terang perkenalanku dengan novel-novel Andrea Hirata justru bukan hasil mainku ke toko buku tapi dari istri tercinta. Pertama kali sebelum baca buku-buku ini, aku pikir ach, paling juga kayak karya Habiburrahman El-Shirazy yang sangat-sangat ideal condition :) tapi, baru 2 halaman langsung aja runtuh imagi itu. Bahkan aku langsung teringat Ibuku yang mungkin saat itu sedang mengajar di sebuah SMP Muhammadiyah di sebuah kota kecil di Jawa. Langsung saja aku ingin menghadiahkan satu set karya Andrea Hirata ini pada beliau.

MIRIP BANGET

Kesan pertama yang dikemukakan ibu saat setelah membaca 2-3 bab adalah koq mirip sekali ya dengan kondisi sekolah ibu? Aha.. sebuah novel yang ditulis dengan latar belakang 20 tahun yang lalu namun sekarang masih juga demikian kondisinya. Siapa yang salah. Disaat anggaran pendidikan di gembar-gemborkan naik, disaat pendidikan disorot secara sebuah industri belaka, disaat yang lain….

FILMnya

Hingga saat ini aku terus terang belum nonto film dari novel ini. Aku masih takut kecewa seperti kekecewaanku nonton film Ayat-ayat cinta, gita cinta di SMA, kampus biru dan beberapa novel yang difilmkan/ disinetronkan. Please kalau ada temen yang bisa memberiku sebuah spirit bahwa kekecewaan itu ga akan ada, insya Alloh aku nonton.

GREENPEACE

Kelompok pecinta alam dari Kanada ini punya beberapa kapal yang dijalankan untuk kampanye lingkungan hidup. Satu diantaranya adalah Rainbow Warrior yang sangat terkenal dan sempat ditenggelamkan dians rahasia Perancis (DGSE). Kapal ini pernah mampir di Indonesia pada April 2006 dan november 2007.

rainbow warrior copyrights wikipedia

rainbow warrior copyrights wikipedia

Melalui sebuah kamus online rainbow warrior diartikan menjadi kesatria pelangi. kesatria pun ga jauh pengertian dengan laskar.

So….???????

ganti topik

Setelah sekian lama topik terpanas di wordpress adalah film fitna, maka mulai kemarin selasa 8 april 2008 topik panas wordpress indonesia ganti menjadi pemblokiran youtube dan beberapa site lainnya.

Transportasi kampus

Studi kasus UI, UGM dan IPB
Kampus terpadu, itu mungkin trend yang ada untuk menyatukan beberapa fakultas yang semula tersebar di berbagai tempat untuk kemudian dijadikan satu lokasi. Tapi ungkapan itu mungkin tidak berlaku bagi ketiga universitas yang masuk 5 besar di Indonesia UI, UGM dan IPB. Dibangunnya kampus UI di Depok bukan untuk menyatukan lokasi fakultas di bawah UI tapi pengembangan UI yang sudah tidak bisa jika harus tetap ada di Salemba. Jika sekarang masih ada fakultas yang melaksanakan belajar mengajar di Salemba tak lain karena tuntutan lokasi harus ada disana. Fakultas Kedokteran dan Kedokteran gigi mau tidak mau harus dekat dengan RS pendidikan yaitu RSCM. Demikian pula program studi MTI,MM dan Isipol yang mana stakeholder yang terlibat banyak dari kota Jakarta sendiri.
Sejarah yang mirip juga terjadi di IPB. Pemindahan dari Baranangsiang ke Dramaga tak lain karena kampus ini perlu pengembangan wilayah terlebih untuk laboratorium lapangan (maklum saja perguruan tinggi pertanian yang butuh lahan praktek) yang tidak akan terakomodasi jika masih berada di dalam kota.
Agak lain dengan UGM yang sejak awal diberi lahan untuk dikembangkan di daerah sekitar Sekip oleh Kesultanan Jogja (kalau tidak salah).
Ditinjau dari sudut mata transportasi, maka kampus UGM yang sejak awal sebagai kampus terbuka maka bisa dibilang hampir tidak ada kendala bagi mahasiswa dan stakeholder lain untuk menjangkau tiap-tiap fakultas atau lembaga lain di UGM. Angkutan kota baik bis kota maupun angkutan lain masuk ke UGM melalui outer ringroadnya UGM dan hampir tidak ada lembaga UGM yang tidak terjangkau angkutan.
Yang serupa dan sebangun adalah IPB dan UI. Kedua perguruan tinggi ini menerapkan sistem kampus tertutup alias hanya yang berkepentingan yang masuk ke dalam kampus ini. UI memiliki sebuah shelter untuk bis kota, taksi dan angkot serta dua buah stasiun KRL yaitu stasiun UI dan pondok cina. Dari ketiga pintu masuk inilah mahasiswa dan stakeholder masuk ke dalam kampus. dari dalam kampus sendiri telah menyediakan alat transportasi berupa bus kampus untuk menuju ke tempat yang diinginkan dengan gratis karena untuk pemeliharaan bis ini sudah termasuk dalam SPP yang dibayar setiap bulan. Namun pada jam-jam tertentu okupansi bus kampus ini terlalu tinggi sehingga membuka peluang adanya ojek sepeda motor bagi yang mau untuk mengeluarkan uang lebih dan waktu yang mengejar.
Lain lagi dengan kampus IPB. Dengan kampus yang cukup luas namun mahasiswa dan stakeholder lain hanya punya dua pilihan untuk menuju ke lokasi yang diinginkan. jalan kaki bagi yang cukup kuat jalan hingga lebih 1 km (jarak titik terjauh terukur dari pintu masuk utama maupun tidak resmi seperti ‘tembok berlin’) atau menggunakan ojek dengan biaya sekali jalan 2000 perak. Fihak kampus sendiri mempunyai bis tetapi ini digunakan hanya oleh dosen dan staf karyawan IPB bukan mahasiswa untuk antar jemput berangkat pulang atau sebagai bis wira-wiri dan kampus Baranangsiang dengan Dramaga.

 

Minimnya kepedulian

Hari Sabtu langit digelayuti mendung. Pekan ini memang sedang perayaan Cap Go Meh, menurut yang sudah-sudah cuaca pasti mendung bahkan bisa jadi hujan.

Ummu Aidil hari ini harus ngajar di SMA 2 so Aidil kini bagianku untuk bermain dan belajar. Belajar sambil jalan-jalan mungkin metode yang paling sering aku gunakan. Dan planningku jalan-jalan ke Monas.

Menggunakan KRL Ekspress merupakan cara paling murah dan menyenangkan bagi anakku yang satu ini. Mungkin dia termasuk yang ‘gila’ dengan kereta api. Perjalanan 1 jam nyaris tak terasa dan sampailah di monas. Jalan-jalan yang menyenangkan.

Kembali ke Bogor masih naik KRL express. Penumpang tak terlalu penuh, di sampingku duduk ceweq manis dengan pakaian modis tapi tak hentinya bibir berlafal danjari-jari menghitung tasbih, GGGHoooossh. Indah nian! Perjalanan berlanjut hingga lepas stasiun Bojong tiba-tiba pletak gemuruh. seisi gerbong 7 seri 6167 menjerit. Ternyata ada batu sebesar genggaman masuk setelah memecahkan kaca pintu. Beruntung tak ada yang terluka diantara seisi gerbong. Sungguh biadab pelempar batu itu. Apa yang ada dalam pikirannya sehingga merasa puas dengan merusak fasilitas umum seperti KRL. Apa salah KRL sehingga harus dilempar batu. Pernahkah terbayang jika dalam KRL itu ada penumpang yang terluka karenanya. Bagaimana jika penumpang terluka itu saudaranya sendiri.

Tulisan terkait http://melati-putihku.blogspot.com/2008/01/satu-kepedulian-saja.html

Kehabisan ide

Mungkin kata ini yang bisa mewakili peluncuran handset baru nokia 6110 navigator.

Aku masih inget hape jadul punya mertua yang sekarang mash disimpan di ‘museum’ oleh istriku. Sebuha hape yang lumayan powerfull untuk jamannya, 6110. yang sudah ada IrDa dan organizer sederhana serta profile function.

6110

Belum lama ini Nokia Indonesia meluncurkan navigator tetapi dengan seri yang sama 6110 yang grup band Ungu menjadi bintang identitasnya. Apakah nokia sudah kehabisan angka sehingga seri lama diluncurkan kembali?

6110 nav

pekerja ga cinta perusahaan

Pagi ini, aku kirim STNK-ku ke kampung karena PKB-nya sudah harus dibayar bulan ini. Maklum, sebagai orang urban maka motor kampungpun diangkut untuk transportasi di Bogor, daripada beli atau baliknama repot maka nopol masih tetep dari kampung. Abis reot amat ngurus gituan, Indonesia emang masih terkotak-kotak.

Ceritanya aku kirim STNK pakai Elteha, abis di kampungku ga ada yang lebih canggih dan cepet :( Di meja samping petugas elteha menelepon seorang customer yang tinggalnya di Parung.
Berikut petikan dialog (tepatnya suara yang diseberang ga tau, wong pakai telepon)
+ “Pak, ini ada paket kiriman dari Malang, mohon diambil di Elteha Jl. Kantor Batu depan istana”
- “Kenapa tidak diantar saja” (ini dugaan suara di seberang)
+ “kebijakan kami kalau jauh seperti Bapak ini, di Parung maka penerima harus ambil sendiri”
- “Wah, koq ga kayak Tiki”
+ “Disitu ada Tiki ya, udah besok lagi pakai Tiki saja atau Pos”

Busyet, bukannya gimana agar customer ga lari, malah menyarankan pakai jasa kiriman lain.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.