Lagi makan siang tiba2 hape berbunyi lokomotif (maklum aja railfans). ada SMS rupanya.
SMSCaster.com:
PRO”TSEL 777
Kejutan Promo hadiah Rp.15jt resmi u/ anda
PIN-BK992547 u/ info hub kntr pst TELKOMSEL 021-50286086
Lagi makan siang tiba2 hape berbunyi lokomotif (maklum aja railfans). ada SMS rupanya.
SMSCaster.com:
PRO”TSEL 777
Kejutan Promo hadiah Rp.15jt resmi u/ anda
PIN-BK992547 u/ info hub kntr pst TELKOMSEL 021-50286086
Hari-hari ke depan di beberapa milis diyakinkan akan diramaikan oleh beberapa posting :
Kekisruhan bahkan sekedar debat kecil dapat dipastikan berhukum “haram” jika harus tersekspose keluar. Sebagai reaksinya jika hal itu sampai terdengar di luar adalah penyangkalan berita dengan dalih apapun. Penyangkalan ini bisa dengan mengkriminalkan jurnalis penulis berita atau memberi cap bahwa media yang menyantumkan berita itu dengan cap keagamaan sehingga imagi yang ada bahwa media tersebut selalu menyerang kelompoknya. Menutupi borok kekisruhan ternyata menyebabkan dualisme dalam tubuh kelompok itu sendiri. Satu kelompok mengecap salah satu tokoh sentral pembicaraan sebagai penyimpang dari garis haluan sementara kelompok lain terutama yang darahnya masih gampang mendidih alias kader muda kemarin sore membela mati-matian bahwa qiyadah adalah harga mati kebenaran (huh…. nyaris terjerumus pada ta’lid)
Binun ya membicarakan apa?
nich beritanya Anis Matta Nilai Sikap Tifatul Sembiring Over
Semoga bukan judul yang sensasional. Tulisan ini hanya sebuah cara pandang seorang manusia yang mencoba untuk tetap tsiqoh dan bukan ungkapan kekesalan, kekecewaan apalagi kampanye gelap.
Pasca Pemilihan anggota legislatif, semua partai bingung dengan hasil yang diperolah tak terkecuali partai kita semua. Hasil yang diperoleh jauh dari harapan yang selama ini dihembuskan kepada kader juga sumbar kepada media. Target yang seharusnya dicapai untuk tahun 2014 dipercepat dan dibuat express untuk 2009 ini dengan asumsi bahwa hampir semua lini di pemerintahan sudah dipegang (contoh konkret di sebuah departemen top up to root is they are).
Kebingungan ditambah ‘jurus mabuk’ masih saja dipakai walaupun secara defacto sudah merapat pada salah satu calon presiden. Amarah untuk berceraipun sempat terlontar walau akhirnya reda entah oleh apa? power share, wallohu ‘alam.
SBY adalah calon incumbent. Apa efeknya? tentu semua kebijakan dan apa yang pernah dilakukan, dikerjakan menjadi sasaran tembak dari lawan politik, dalam hal apapun. Ekonomi Neolib, jilbab istri, Boediono kejawen, istri katolik, dan masih banyak lagi. Sayangnya sebagai incumbent koalisi ini kurang bermain cantik sehingga jurus mabuk lagi yang dimainkan. Akibatnya tidak sedikit kader yang kebingungan.
Dalam sejarahnya dari kelahirannya 1998, pemilu 1999 hingga sekarang belum pernah terjadi perpecahan nyata atas suara kader partai kita semua. Disetiap keputusan yang diambil oleh Majlis Suro, Dewan Syariah Pusat maupun DPP dilaksanakan dengan tsiqoh yang bulat dan kompak entah itu dalam ranah politik, keagamaan atau kemaslahatan umat. Entah apa yang sedang terjadi, saat ini dalam menentukan pilihan capres kader terbelah menjadi dua dan tsiqoh adalah urusan nomer 10 dengan alasan kefahaman adalah yang pertama.
Jika DPP, MS dan DSP mencoba untuk menutupi atas apa yang terjadi di grass root ini, entah bagaimana masa depan partai kita semua.
Pesta pencontrengan udah usai dan telah diumumkan siapa saja yang dipersilakan duduk di kursi empuk gedung rakyat DPR. Ada 57 artis melenggang ke sana untuk mewakili (siapa ya? sesama artis koq terlalu besar porsinya.rakyat kecil? apa iya mereka tau penderitaan wong cilik?)
Setelah saling lirik, menghitung kemampuan, saling tawar menawar, berkhayal dan berandai-andai, partai akhirnya menentukan siapa kawan mereka untuk maju dalam pilpres 8 Juli mendatang. Tak kurang tarik ulur antar partai mewarnai perkongsian ini. Mesti ketar-ketir JK memulai lebih cepat bergandeng dengan Wiranto. Sementara Prab yang tadinya keukeuh pengen jadi RI-1 melunak setelah ditawari memegang urusan ekonomi dalam kabinet bayangan Mega. Paling seru tak lain tak bukan adalah PKS. Siapa lagi kalau bukan trio heboh yang sering kali bersuara BUKAN mewakili partainya hanya suara pribadi semata. Tanpa malu dengan sifat dan sikap partai yang selama ini santun dan adem ayem, marah besar di depan media seolah ayamnya terlindas truk di jalan. Terlalu sering ketiga ini melenceng dari sikap yang ditunjukkan partai selama ini. Ada apa sebenarnya? benarkah mencoba untuk berpola progresif revolusioner? Semoga sepak terjangnya bisa terontrol dan tidak merusak imaji partai ke depan. Kemarahan itu akhirnya diredakan dengan pertemuan petinggi dengan SBY langsung sesaat sebelum deklarasi capres.
hari-hari setelah deklarasi koalisi itu internal kader partai masih saja sibuk membahas pantas tidaknya pasangan SBY menduduki kursi calon RI-2. Benarkah kemarahan Setjen terepresentasi di grassroot? Dulu tahun 2004 dan sebelumnya partai ini terkenal banget tsiqoh-nya dengan keputusan yang telah diambil oleh petinggi DPP, MS, DSP namun sekarang ada kesan mulai membangkang. Bagaimana tidak, MS mengumumkan bahwa di kalangan kader lebih banyak akan memilih JK-WIN ketimbang keputusan yang telah diambil DPP dan MS soal koalisi. Salah satu alasan mendasar adalah istri-istri capres dan cawapres ini. Istri SBY dan Boed TIDAK BERJILBAB sementara istri JK dan WIN sudah mengenakan jilbab. It’s oke memang partai ini telah menproklamairkan diri sebagai partai dakwah sehingga diharapkan jilbab mampu ‘mendakwahi’ yang lain, namun akan kontradiktif kalau ini dipandang dari basis-basis partai yang berasal dari kalangan terdidik. Begitu sempitkah apa yang mendasari pilihan hanya karena jilbab sementara visi ke depan dari pasangan capres menjadi alasan nomor sandal? Kemana jargon politik sewaktu kampanye legislatif bahwa partai ini ada untuk semua (mencoba mengejawantahkan nilai islam yang Rahmatan lil ‘Alamien), partai yang mulai terbuka untuk siapa saja yang memilih (ingat spanduk kampanye “Biru, Merah, Kuning, Hijau milih PKS? mengapa tidak untuk Indonesia lebih maju“). Akankah jilbab dua ratus empatpuluh juta muslim digadaikan dengan jilbab dua orang ini. Wallohu ‘alam. Kita tunggu hari-hari ke depan yang makin memuakkan ini.